Kamis, 08 September 2016

PSIKOLOGI PELAYANAN



Hallo teman – teman pembaca blog. Sebelum saya menjelaskan apa yang ingin saya bahas hari ini ada baik nya saya memperkenalkan diri saya. Perkenalkan nama saya Linda Clara dari D4 UPW 2016 di STP TRISAKTI. Disini saya akan berbagi sedikit info tentang hubungan antara PSIKOLOGI  dan PELAYANAN.  Oke sekian dari perkenalan saya sekarang kita lanjut ke topik yang akan saya bahas.

Sebelum itu teman – teman tau ga apa pengertian dari PSIKOLOGI dan PELAYANAN itu sendiri ?

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang sifat, hakekat, hidup  dan  jiwa manusia, termasuk tingkah laku manusia. Sedangkan,
Pelayanan adalah pemenuhan kebutuhan seseorang dengan cara menyediakan segala yang di perlukan oleh seseorang tersebut seperti Tamu, Pelanggan, Pembeli, atau Wisatawan.

Nah teman-teman udah tau kan pengertian dari psikologi dan pelayanan itu sendiri, setelah itu mari kita bahas apa sih hubungan psikologi dan pelayanan. Kenapa mereka bisa saling berhubungan ? yaps mereka memang saling berhubungan dan saling melengkapi.  Tanpa  psikologi, pelayanan tidak akan berjalan sesuai dengan harapan. Disini saya akan menjelaskan dari pertanyaan itu.

Psikologi dan pelayanan itu sendiri sama-sama memiliki masing-masing peran yang sangat penting dalam bidang jasa terutama saya yang nanti nya akan menjadi tenaga kerja dalam bidang industri pariwisata karena apa di saat kita memberikan service jasa kepada tamu yang menggunakan jasa kita, kita harus tau dari sifat dan karakter dari tamu itu sendiri. Mulai dari apa yang di inginkan sampai yang di perlukan dari tamu itu sendiri. Karenan setiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Dan untuk dapat memuaskan hati para tamu kita harus tau seperti apa tamu kita. Seperti contoh, aqua dengan aqua apa beda nya. Kalau di pikir-pikir ga ada beda nya sama-sama air mineral yang cara produksi nya sama, bentuk dan rasa yang sama tapi jika di lihat dari berbagai sudut pandang banyak perbedaan dari aqua tersebut. Berikut penjelasan nya : 

  1. Kapan kita membutuhkan aqua tersebut  apakah  disaat kita lagi benar-benar haus atau dalam keadaan tidak haus. Tentu rasa nya akan berbeda. Di saat kita sangat kehausan saat meminum nya pun terasa segar kembali tetapi di saat kita dalam keadaan tidak haus tentu rasa nya akan biasa saja.
  2. Harga dari aqua tersebut pasti akan berbeda-beda tergantung dimana tempat kita membeli. Apakah harga di mini market dengan penjual asongan yang di pinggir jalan sama ? tentu akan berbeda, harga penjual asongan di pinggir jalan akan lebih mahal dari mini market karena selain tempat nya yang strategis dan ada di berbagai tempat pembeli tidak akan memikirkan harga dan akan langsung membeli.
  3. Dan selain itu tergantung dari pelayanan penjual itu sendiri. Pelayanan yang di lakukan dengan baik seperti melayani pembeli dengan cara mengambilkan aqua yang pembeli butuhkan akan berbeda dengan penjual yang hanya menyuruh pembeli nya mengambil sendiri aqua yang di inginkan. Kepuasan dari pembeli itu sendiri akan berbeda.

Karena setiap pelayanan yang kita berikan akan memberikan kepuasan tersendiri bagi tamu yang menggunakan jasa kita. Jika mereka merasa nyaman dan senang dengan jasa kita maka mereka akan kembali menggunakan jasa kita di lain waktu.

Selain itu dalam bidang  jasa memiliki karakteristik sendiri yaitu :
  1. Tidak nyata (intangible) : dimana karakteristik ini tidak berbentuk, dapat di rasakan melalui proses pelayanan.
  2.  Heterogen (variability) : tidak ada penyampaian jasa yang sama persis.
  3. Tak terpisahkan (inseparable) : produksi dan konsumsi di lakukan bersamaan tergantung oleh kualitas interaksi.
  4. Ketidaktahanlamaan (perishability) : jasa tidak dapat disimpan seperti benda tetapi langsung habis sesaat setelah di sampaikan.

Jadi pelayanan terutama dalam bidang pariwisata sangat ditentukan dari tamu yang menggunakan jasa atau produk wisata kita apakah mereka merasa puas dengan jasa kita. Seperti membangun Kebutuhan dan Kepuasan dari pelanggan itu sendiri. Missal nya kita sedang dalam tour wisata dari Jakarta ke Yogyakarta melalui perjalanan darat yang akan memakan waktu kurang lebih 13 jam atau bahkan bisa lebih. Dari perjalanan yang panjang tersebut pasti kebutuhan  setiap tamu akan berbeda. Sebagai contoh :
  1.  Kita sedang berhenti di salah satu rest area beberapa tamu ada yang keluar ingin ke toilet ada yang tetap di dalam bus, maka saya sebagai seorang yang membawa tour atau tour guide akan mencoba menjelaskan untuk menggunakan kesempatan yang ada karena di perjalanan selanjutnya toilet akan sangat jauh dan tidak mungkin berhenti di tengah TOL.
  2. Atau pada saat sedang di rest area beberapa tamu saya ada yang tidak makan, maka saya mencoba memberi saran untuk membeli makan dan di bungkus untuk berjaga-jaga saat perjalanan berikut nya tamu merasa lapar maka persediaan makanan sudah ada.

Itu lah beberapa contoh yang harus kita lakukan sebagai tenaga kerja dalam bidang jasa khusus nya di bidang pariwisata, karena itu akan memberikan kebutuhan dan kepuasan tersendiri bagi tamu yang yang menggunakan jasa kita. Dan berikut saya akan menjelaskan cara memberikan pelayanan yang baik bagi para tamu :

SERVICE EXCELLENCE IN HOSPITALITY  menurut ENDAR SUGIARTO, 1999 :
  1. Pusatkan perhatian pada pelanggan
  2. Berikan pelayanan yang efisien
  3. Naikan harga diri tamu
  4. Bina hubungan yang baik dan harmonis dengan pelanggan
  5. Berikan penjelasan dan informasi sebaik mungkin
  6. Ketahuilah apa keinginan pelanggan
  7. Jelaskan apa saja yang bisa di berikan oleh perusahaan
  8. Alihkan tugas pada yang lebih mampu bila tak mampu melayani nya sendiri.

Dan disini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman yang pernah saya alami dalam perjalanan wisata. Saya memang bukan menggunkan travel agent namun melalui teman dari orang tua saya yang membawa saya dan keluarga saya pergi jalan-jalan. Karena mereka sudah mengenal kami lebih dekat mara mereka tau apa yang kami suka yang kami inginkan dan  Mereka seperti seorang tour guide yang selalu menjelaskan setiap tempat yang kita lewati dan kunjungi. Dari situ saya merasa senang karena mulai dari perlakuan mereka yang sangat luar biasa baik sehingga perjalanan tersebut terasa lebih berkesan. Dari cerita tersebut saya menarik sebuah kesimpulan bahwa pelayanan yang kita berikan dengan cara mengetahui sifat, sikap dan tingkah laku tamu tersebut dan memberikan kebutuhan dan keinginan mereka dengan baik akan memberika kan mereka kepuasan tersendiri sehingga dalam perjalanan wisata tersebut mmeberika kesan tersendiri.

Sekian dari tulisan yang saya berikan semoga bermanfaat bagi teman teman yang membaca ini. Dan teman-teman boleh memberikan kritik dan saran jika ada yang kurang dalam tulisan ini.

LINDA CLARA/D4 UPW A 2016/1642010011